SISTEM KOMUNIKASI CDMA

Bismillahirahmanirrahim…
Seperti minum es jeruk rasanya- segerr- saat bisa melanjutkan tulisan ke seribu (-994) kalinya di blog ini. 😀

Well, hari ini mimin mau share catetan mimin waktu kuliah dulu. Daripada ketimbun di direktori, alangkah baiknya mimin publish. Seperti judul gede di atas, mimin mau posting tentang jaringan CDMA. Sudah siap? Yuk belajar!

*ambil pisang goreng dulu satu buat isi tenaga*

Okeh, sebelum ke CDMA kita harus tahu apa itu spread spectrum. Teknik spread spectrum adalah teknik akses dimana sinyal informasi dikirimkan melalui pita frekuensi yang lebih lebar dari pita frekuensi standard (TDMA dan FDMA). Udah ngeh? Oke, lanjut.

Terdapat dua teknik akses pada teknik spread spectrum, yaitu frekuensi hopping dan DS-CDMA (Direct Sequence Code Division Multiple Access) atau lebih dikenal dengan CDMA. Frekuensi hopping adalah teknik akses dimana penggunaan frekuensi diubah-ubah berdasarkan waktu dengan pola mendekati acak/ pseudo random. Sedangkan CDMA (Code Division Multiple Access) adalah teknik multiple akses yang menggunakan waktu dan frekuensi yang sama untuk setiap usernya.

Wait! Terus kalau frekuensi dan waktunya sama, pembeda antara user satu dengan lainnya apa?

Pada CDMA, tedapat code bernama PN Code (Pseudo Noise Code), yaitu code unik yang ditumpangkan pada sinyal informasi. Kode inilah yang akan membedakan informasi dari kanal satu dengan lainnya. PN Code ini bersifat unik sehingga pada CDMA juga berfungsi sebagai pemisah kanal antara user satu dengan yang lainnya.

Bagaimana bentuk PN Code itu?

PN Code berbentuk deretan data berkecepatan tinggi yang bernilai polar (+1 & -1) atau non polar (0 & 1) yang menyebabkan kebutuhan pita frekuensi menjadi lebih lebar. Adapun satuan dari PN Code adalah chips.

Masih bingung? Oke, simak gambar proses pengiriman pesan pada CDMA di bawah ini.

Untitled

Di sisi pengirim (kiri), data 1 dan data dua dimodulasi dengan frekuensi yang sama menghasilkan sebuah sinyal informasi S1(t) dan S2(t). Kemudian masing-masing sinyal informasi tersebut dikalikan dengan PN Code yang berbeda C1(t) dan C2(t) sebelum ditransmisikan. Dikalikannya sinyal informasi dengan PN Code, menyebabkan pita frekuensi yang diperlukan menjadi lebih lebar.

Di sisi receiver (kanan), masing-masing sinyal informasi kemudian dikalikan dengan PN Code yang sama dengan ketika dikirimkan dengan proses EXNOR. Tujuan dikalikannya PN Code sinyal yang diterima dengan PN Code yang ada di receiver adalah untuk mengetahui bahwa sinyal informasi yang dikirimkan tidak mengalami delay. Jika sinyal informasi yang diterima tidak mengalami delay, maka hasil proses EXNOR dari C1(t)c1(t) akan bernilai 1. Dengan kata lain, PN Code pada sinyal dihilangkan. Setelah keluar dari corelator (Perangkat pembangkit PN Code), sinyal kemudian akan di filter dengan BPF dengan tujuan untuk menghilangkan hasil perkalian sinyal informasi dengan PN Code pada kanal yang lain.

Dari penjelasan di atas, dapat dirumuskan beberapa kelebihan utama sistem CDMA :

  1. Karena setiap kanal pelanggan menggunakan kode yg unik, maka pita frekuensi dapat digunakan pada setiap sel.
  2. Privacy dan security pun menjadi lebih terjamin.
  3. Kapasitas sel dapat ditingkatkan dengan teknik VOX (Voice Activation Factor) dan sektorisasi antenna.

Gimana? Gampang toh? Semoga udh paham ya sekarang tentang sistem CDMA. Kalau begitu sekian dari mimin dan sampai jumpa di post selanjutnya. ^_^0

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s