Sistem Komunikasi Analog

Bismilaahirahmanirrahim.

Sudah lama rasanya gak nulis di blog ini. Maklum. Up and down. Hehehe. Sedikit ingin berbagi dan mengisi konten blog, penulis ingin share catetan kuliah yang tiba-tiba nemu abis dibuka lagi. -____-

Okay, yuk simak buat yang ingin tahu tentang sistem komunikasi analog di dalam telekomunikasi.

*deketin wajah ke laptop

Yap, di bawah ini adalah sistem komunikasi analog dan juga penjelasannya.

bdk

  1. Baseband

Tahap awal dari sistem komunikasi adalah berkaitan dengan sumber informasi yang diproses pada blok baseband. Apa itu baseband? Baseband adalah tipe kanal dimana satu kanal hanya digunakan oleh satu user. Blok Baseband from Multiplex mempunyai arti bahwa beberapa sinyal informasi datang. Kemudian di Baseband Equipment sinyal diolah secara satu per satu atau tiap baseband untuk dimodulasi.

  1. Modulator-Demodulator Analog

Di dalam blok ini terjadi proses modulasi, yaitu proses penumpangan sinyal informasi pada sinyal carrier. Sinyal carrier merupakan sebuah sinyal pembawa dimana frekuensi yang dimilikinya lebih besar daripada sinyal informasi. Adapun tujuan dari modulasi sinyal salah satunya adalah agar sinyal informasi dapat dikirimkan dengan cepat. Pada modulasi analog, terdapat tiga cara modulasi, yaitu Amplitude Modulation (AM), Frequency Modulation(FM),  Phase Modulation (PM), dan Quadrature Amplitude Modulation (QAM) . Hasil dari blok modulator adalah sebuah sinyal informasi dengan jenis intermediate frequency (IF), yang memiliki rentang frekuensi antara 70-250 MHz pada komunikasi terestrial.

Lawan dari modulator adalah demodulator, yaitu proses menghilangkan sinyal carrier pada sinyal informasi. Prosesnya dapat dilakukan dengan teknik korelasi sinyal yaitu mengalikan sinyal dengan sebuah sinyal yang memiliki frekuensi sama dengan frekuensi sinyal carrier  yang dideteksi.

  1. Up Converter-Down Converter

Di blok ini, sinyal yang telah dimodulasi diperbesar frekuensinya (frekuensi modulasi diubah ke frekuensi radio). Mengapa perlu diubah ke frekuensi radio dan tidak cukup hanya dengan frekuensi modulasi? Hal ini berhubungan dengan dimensi antena. Telah diketahui bahwa dimensi antena berbanding terbalik dengan besar frekuensi. Jika kita mengirimkan sinyal informasi dengan nilai yang kecil (dalam rentang IF), maka dimensi antenna yang diperlukan cukuplah besar. Sehingga inilah alasan penggunaan blok up converter dalam sistem komunikasi analog.

Lawan dari up converter adalah down converter, yaitu proses mengembalikan frekuensi sinyal informasi ke dalam jenis intermediate frequency.

  1. PA

PA adalah sebuah amplifier atau penguat sinyal, yang diperlukan sebelum proses transmisi dengan tujuan agar sinyal dapat menempuh jarak yang cukup jauh. Performansi penguat dipengaruhi oleh beberapa parameter, yaitu:

  • Gain/penguatan: mengetahui seberapa besar penguatan yang diberikan dapat dilihat dari perbandingan antara daya sinyal yang dihasilkan setelah melewati PA dengan daya sinyal yang sebelum masuk PA.
  • Bandwidth: untuk mengetahui pada selang frekuensi berapa amplifier dapat bekerja secara optimum.
  • Efisiensi: berkaitan dengan seberapa besar kemampuan amplifier digunakan pada outputan amplifier.
  • Linieritas: berkaitan dengan tingkat kestabilan penguatan. Jika sebuah daya dikuatkan terlalu berlebih atau keluar dari batas daerah linieritas, akan menyebabkan amplifier bekerja pada daerah saturasi yang dapat menyebabkan terjadinya distorsi sinyal.

Pada bagian receiver, blok yang sifatnya hampir sama dengan PA adalah LNA (Low Noise Amplifer). Setelah sinyal mengalami pelemahan akibat proses transmisi, sinyal dikuatkan kembali. Selain dikuatkan, LNA juga berfungsi mereduksi efek noise.

5. Antena

Antena adalah sebuah perangkat transmisi yang berfungsi sebagai transformator. Gelombang terbimbing yang awalnya berada dalam sebuah medium kabel ditransformasikan menjadi sebuah gelombang yang berada dalam ruang bebas/nirkabel. Dalam proses transmisi, hal yang perlu diperhatikan adalah tentang hal match impedance, yaitu output pemancar dengan saluran transmisi dan juga dengan antenna penerima diupayakan mempunyai impedansi yang sama (match). Hal ini bertujuan agar daya sinyal yang telah ditransmisikan tidak banyak yang terpantul ketika sampai di sisi penerima.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s