SHARING: REKRUTMEN PT.KAI

Bismillahhirrahmanirrahiim…

Hi! Hari ini, saya ingin share tentang pengalaman mengikuti recruitment PT.Kereta Api Indonesia (KAI). Sebenarnya rekruitasi yang saya ikuti saat itu adalah sejenis program Management Trainee. Tapi menurut kabar burung kalkun (mm?), meskipun MT, penempatan  divisi kerja setelah dinyatakan lulus seleksi, tetap diprioritaskan sesuai jurusan masing-masing. Untuk Sarjana Teknik Telekomunikasi -seperti saya- ditargetkan untuk mengisi Divisi Sinyal, Telekomunikasi, dan Listrik (Sintelis). Untuk job description-nya, search sendiri aja yah. Huehehehe. 😀

Oke, sung aja, berikut ini tahapan- tahapan rekruitasi PT. KAI berdasarkan pengalaman saya:

*Ambil donat dulu, cepitin di mulut. Lanjut.

Tahap I: Tes Administrasi

Tes Administrasi ini adalah pengecekan berkas dan biodata  yang telah teman-teman upload di website PT.KAI. Saran dari penulis tentang tahap ini mungkin cuma satu, yaitu isilah data apa adanya sesuai dengan diri kalian. Jika tidak, sepertinya kekecewaan akan dua kali lebih menyakitkan atau seribu kali lebih menyakitkan. Relatip. So, be honest and fair! ;)b

*Kunyah donat dulu

Tahap II: Tes Kesehatan Awal

Setelah dinyatakan lulus administrasi, saya diundang untuk mengikuti Tes Kesehatan Awal. Di Tes Kesehatan Awal ini berlaku sistem pos. Terdapat beberapa pos pengecekan dimana pada masing-masing pos berlaku sistem gugur. Jika peserta gagal di pos pertama maka tidak diperkenankan melanjutkan pada pos pengecekan kesehatan selanjutnya (Gak nakut-nakutin, ini serius). Adapun beberapa pos pengecekannya, yaitu:

  • Pos Pengecekan Tinggi Badan/Berat Badan (Pos TB/BB)

Di pos ini, akan diukur tingkat keidealan tubuh. Untuk penghitungannya, saya kurang tahu cara manakah yang digunakan oleh petugas untuk menentukan TB dan BB ideal para peserta. Apakah dengan TB-110 atau dengan menghitung Indeks Massa Tubuh Ideal. Tetapi menurut saya pribadi, selama TB memenuhi dan masih terlihat proporsional di mata, meskipun sebenarnya ‘di timbangan’ over 5-8 kg (curhat), saya kira masih diperbolehkan lanjut. 😀

  • Pos Pengecekan Mata

Setelah dinyatakan lulus dari Pos TB/BB, pos selanjutnya adalah Pos Pengecekan Mata. Berdasarkan pengalaman saya, teman saya masih diijinkan melanjutkan ke pos selanjutnya meskipun dia -6 (mungkin karena masih tes kesehatan I). Saya tidak tahu terhadap penilaiannya, tetapi yang jelas beberapa peserta yang menderita silindris, dinyatakan gugur seketika di pos ini.

  • Pos Pengecekan Gigi

Di pos Pengecekan Gigi, saya tidak bisa bercerita banyak. Karena saya tidak tahu istilah-istilah medis yang terdapat pada kertas pengecekan saya saat itu. Hehehe. Namun, yang jelas, rajin-rajin sikat gigi pakai kodomo ya biar gak ada gigi yang berlubangggg (mm?). Sip.

  • Pos Pengecekan Buta Warna dll

Pos ini merupakan pos terakhir yang harus dilalui oleh para peserta. Di pos ini, laki-laki dan perempuan mempunyai cara dan jumlah jenis pengecekan yang berbeda. Untuk perempuan, kami hanya di cek buta warna atau tidak, kemudian cek telinga (untuk yang berjilbab, tidak diminta untuk melepas jilbab, pengecek hanya meraba telinga), serta cek jari tangan dan kaki. Untuk laki-laki, penulis kurang tahu tentang  bagian tubuh apa saja yang di cek. Hanya saja untuk laki-laki diharuskan melepas baju dan celana. So secara tersirat, pengecekan pada laki-laki lebih banyak dan detail daripada perempuan. Hati-hati.

Selesai tes, para peserta diperbolehkan pulang atau main sembari menunggu hasil tes keluar. Hehehe. Hasil tes diumumkan pada hari itu juga, tepatnya jam lima sore. Inilah yang cukup membuat saya senang dan terkesan dengan sistem rekruitasi PT.KAI yang sekarang karena hasil tes langsung diumumkan di hari dimana tes dilaksanakan. Jadi, pelaksanaan tes lebih bersifat transparan dan benar-benar kandidat yang memenuhi syaratlah yang dapat menjadi karyawan PT.KAI. 😉

Tahap III: Tes Psikologi

Lulus dari Tes Kesehatan Awal, para peserta harus menjalani Tes Psikologi. Berdasarkan pengalaman saya, jeda pelaksanaan antara Tes Kesehatan Awal  dan Tes Psikologi adalah tiga hari. Pada tes ini terdapat beberapa jenis soal psikologi yang diujikan untuk para peserta tes. Beberapa jenis soal tersebut, yaitu:

  • Jenis soal I, yaitu untuk mengukur nilai IQ: Melihat sama atau tidaknya sebuah kata, menghitung cepat (perkalian, pembagian, pengurangan, penambahan), tes mencari kelanjutan gambar yang sesuai, tes gambar ruang, menghitung cepat soal cerita.
  • Jenis soal II, untuk mengetahui kepribadian, meliputi: tes menggambar, tes wartegg, menyebutkan beberapa sifat yang dapat menggambarkan diri Anda pada sebuah lembar kertas yang meliputi kelebihan dan kelemahan.
  • Jenis soal III, untuk mengetahui tingkat ketahanan kerja, yaitu Tes Pauli

Dalam tes ini, lawan dari setiap peserta tes adalah waktu. Namun, meskipun waktu yang sangat singkat, usahakanlah tetap menjawab sebanyak mungkin dan benar. Hehehe. Untuk soal jenis pertama, saran saya pilih soal yang mudah, lewati soal yang sekiranya memakan waktu. Di tes kedua, sudah banyak di internet yang membimbing cara pengerjaan Tes Wartegg, jadi silahkan search and preparing by your version. Sip. 😉

Di tes jenis soal ketiga saya juga ingin sedikit sharing tentang pengalaman saya pada waktu itu. Di Tes Pauli, saya sempat tidak teliti dan letaknya di A-WAL. Mungkin saat itu mata saya digantolin setan (gak mau salah, nyalahin setan heee). Jadi begini, setelah saya mengerjakan kolom pertama Tes Pauli, saya langsung berpindah ke kolom tiga. Kemudian pengawas mendatangi saya dan mencoret kolom kedua lembar tes saya dengan spidol biru seraya berpesan,”Yang teliti lagi ya, Mbak!” Saya yang saking ingin tetap fokus, cuma ngelirik ke jari beliau yang sedang mencoret kertas saya (dengan indah dan lurus ke bawah). Dengan cepat saya menyadari salah saya lalu melanjutkan pekerjaan -gak ngelihat wajah beliau yang mencoret. Sok stay cool gitu walaupun salah. Hehehe.

Pada saat itu, memang saya mengantuk dan sempat sampai ‘tekluk’ (tertidur sedetik). Mungkin itulah ulah setan. Krik. Krik. Lanjut.

Inti dari cerita saya adalah ketika melakukan kesalahan, tetap tenang. Jangan dipikir terus-menerus. Yang lalu biarlah berlalu. Kerjakan dengan ‘lebih baik’ lagi apa yang saat itu harus dikerjakan. Inilah motivasi saya waktu itu dan pikir saya bisa jadi sebuah penilaian juga. Saat itu, memang saya sempat tidak teliti di awal, tetapi saya akan membuktikan dapat menjadi lebih baik lagi. Cara saya memperbaiki kesalahan saya waktu itu adalah dengan menstabilkan kerja saya dan berusaha menyelesaikannya. Tapiiiiii kenyataannya, saya belum bisa menyelesaikan satu lembar Tes Pauli, hanya saja hampir bisa menyelesaikannya. Gak papa. Tetap kemajuan bagi saya (ini menghibur diri). 😀

Tahap IV: Tes Wawancara

Pada tahap ini, peserta akan dikelompokkan berdasarkan jurusan masing-masing. Beberapa jurusan menempati ruang wawancara yang berbeda. Karena jurusan saya Teknik Telekomunikasi maka ruang wawancara saya pada saat itu berada satu ruangan dengan jurusan Teknik Elektro. Mengingat beberapa ilmu yang dipelajari pada kedua bidang ini masih berkaitan.

Sebelum memasuki ruang wawancara, kami diberi arahan tentang pelaksanaanya. Untuk jurusan saya, terdapat dua jenis wawancara. Mungkin jika di perusahaan lain, kalian sering mendengar tentang wawancara user dan HRD. Hampir sama seperti itu. Tetapi entah kenapa bagi saya, kedua jenis wawancara di PT.KAI adalah wawancara user semua. Semua materi wawancara yang saya siapkan semalaman (kebut semalam) sampai gak tidur, ternyata cuma 2%-nya ‘ajah’ yang keluar. Hm. (Tabah).

Oke, lanjut.

Wawancara pertama mereka sebut dengan nama Tes Praktek. Di wawancara ini, saya diminta untuk mengukur sebuah resistor dan dioda. Setelah itu, saya diberi pertanyaan seputar ilmu transmisi (antena, optik, sistem komunikasi). Dannnnnnn… saya lebih banyak lupa daripada ingatnya. Hiks. Salah setan ini fix. Huehehe.

Usai dari Tes Praktek, saya diminta keluar ruangan untuk menunggu panggilan tes kedua. Keluar ruangan, wajah saya dan teman saya yang awalnya manis dan cerah, berubah jadi wajah kates gantung. Pahit.

Setelah melamun berpuluh-puluh menit, saya akhirnya dipanggil tes wawancara tahap dua. Saya berharap tes ini akan lebih santai dan seperti tes HRD pada umumnya. Oleh karena itu, di tes ini saya segera memulihkan semangat saya dan melupakan tes sebelumnya agar saya dapat berpikir jernih dalam menjawab pertanyaan yang diberikan.

Saat sudah berhadapan dengan penguji, tanpa basa basi beliau langsung memberi saya kertas HVS kosong dan meminta saya menggambar flowchart tugas akhir saya. Hmmm. Awal yang ‘Indah’. Ini pasti buntut-buntutnya bisa ditebak tidak seperti wawancara HRD pada umumnya. Tabah.

Dengan cepat saya membuat flowchart tugas akhir saya. Seingat saya dan sesuka hati saya. Huehehe. Ya, karena menjelaskan tentang tugas akhir adalah di luar dugaan saya yang tidak saya pelajari di malam sebelumnya. Tapi beruntungnya, saya telah menyisihkan sebagian memori saya untuk tugas akhir. Sehingga bagi saya tugas akhir selalu melekat di hati dan tentu saja mudah untuk mengupasnya kembali. Success. (Bagaimana tidak? ¼ tahun kuliah saya adalah untuk tugas akhir) -_____-“

Usai menggambar dan menjelaskan tentang Tugas Akhir saya, saya diberi soal deret matematika dan diminta menyederhanakannya dalam waktu yang singkat. Oke, kelanjutan yang indah. But, success. Alhamdulillah.

Beralih dari soal matematika, beliau meminta id linkedin saya dan sedikit bertanya dari situs tersebut. Setelah mengklarifikasi akun Linkedin saya, beliau bertanya tentang gaji yang saya harapkan dan bertanya tentang siap atau tidak jika saya ditempatkan di Sumatera. Saya hanya bilang, “Saya masih muda pak, butuh ilmu dan banyak pengalaman lagi, jadi saya siap, Pak.” Kemudian beliau menguji saya lagi dengan pertanyaan, “Kalau udah gak muda, berarti gak mau dong?”. Saya yang moodnya sudah diujung tanduk, gak sadar sudah jawab asal ceplos, “Kalau sudah gak muda berarti sudah tua dan pensiun, Pak. Jadi saya pasti kembali ke kampung halaman. Heee (sambil nyengir).” Jangan ditiru yang ini.

Jika pada tes sebelumnya, saya stay di Surabaya sampai hasilnya keluar, usai tes wawancara ini saya langsung pulang. Apapun kereta yang saat itu ada, saya book. Saya sudah pasrah. Sepasrah-pasrahnya saya, menyerahkan pada Allah. Di kereta saya menutup wajah saya dengan bantal kecil yang disediakan di kursi penumpang dan menangis seketika. Tapi tak lama. Rasa capek karena malam sebelumnya tidak tidur, setidaknya mampu mencegah saya untuk menangis lebih lama dan memaksa saya untuk tidur selama perjalanan pulang. Maha Baik Allah.

Kemudian setelah kamu berduka cita Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk….” (3:154)

Sesampainya di rumah, saya langsung tidur. Pengumuman hasil kelulusan yang seharusnya dapat saya ketahui malam itu, saya acuhkan dulu. Saya tidur hingga jam setengah 4 pagi. Nglindur. Saya cek handphone saya dan mendapati chat dari teman saya yang mengucapkan selamat pada saya bahwa saya lolos tahap berikutnya. Mata saya kesetrum. Melek seketika. Alhamdulillah.  Saya lolos. Kami lolos. Huaaaaaa. Aye-aye. Supplemen pagi hari yang tak biasa. (Nyengir)

Tahap V: Tes Kesehatan Akhir

Ini dia tes terakhir dari rekruitmen PT.KAI. Di tes ini, para peserta akan menjalani kembali serangkaian tes yang sama pada saat Tes Kesehatan Awal dan ditambah dengan cek kesehatan yang lainnya. Berikut ini jenis pengecekan yang dilakukan di Tes Kesehatan Akhir:

  1. Cek darah dan urin
  2. Rekam jantung
  3. Visum Mata
  4. Cek Tensi dan TB/BB
  5. Cek Gigi
  6. USG
  7. Cek Fisik

Untuk cek fisik, bukan berarti kita diminta lari, push up, dll. Bukan. Di tes fisik ini, para peserta di cek lebih detail berkenaan dengan paru-paru, ambeyen, polip, varises, dll. Begitu teman-teman. Untuk Tes Kesehatan Akhir, hasilnya akan diberitahukan minimal 1 minggu kemudian setelah pelaksanaan tes (kenyataannya satu bulan lebih hehehe). Namun, alhasil saya tidak lolos setelah melewati tahap ini. Begitulah rejeki teman-teman. Nevermind. Allah Maha Kaya, pasti ada yang lebih baik nantinya. ^_^

Nah, itu tadi sharing pengalaman dari saya tentang rekruitmen PT.KAI. Semoga dapat bermanfaat untuk teman-teman yang sedang mengikuti tes rekruitmen PT.KAI. Tapi, ingat. Dengan tahu prosesnya belum tentu dapat memudahkan teman-teman. Hanya usaha sungguh-sungguh dan ijin Allah-lah yang dapat memudahkan teman-teman. Jangan lupa di sharing ke yang lain juga. 😀

“Barangsiapa yang memudahkan urusan orang lain maka Allah pun akan memudahkan urusannya.”

Oke, segitu dulu dari saya dan see yaa! *lambai-lambai pake donat

 

Advertisements

43 thoughts on “SHARING: REKRUTMEN PT.KAI

      1. Mbak tingginya berapa maaf klo boleh tau, aku mau tes kesehatan buat posisi tenaga admin tapi tinggi aku cuma 152 cm 😂. Menurut mbak aku maju aja atau lepas aja ya mbak? Makasih

        Like

      2. Coba saja mbak, kalau mau mencoba kan ada peluang walaupun hanya beberapa persen. Kalau g nyoba kan peluangnya 0. Tidak ada yang pernah tau tentang rejeki mbak ^_^

        Like

      3. Mas alhamdulillah saya masuk ke tes akhir. Ini lg nunggu pengumuman sudah 3 minggu. Kira2 berapa lama kah? Soalnya kai ga ngasih tau kapan2nya huhu. Saya jadi harap2 cemas

        Liked by 1 person

  1. tanggal 5 oct nanti mau tes kesehatan awal.. rada hopeless juga sih, tinggi berat 170cm/49 kg .. jauh dari standar IBM.. hahaha.. saya ikut sintelis jg tp tingkat slta.. kira2 kalo misal di sesi wawancara, dikasih soal yg level susah gak ya? udah pada lupa soalnya..

    Like

  2. kalo gigi nya gigi palsu gmn ya?
    soalnya udah pernah patah pas waktu SD,, alhasil di ganti pake gigi palsu… yaahh…
    gak lolos dongg… hiks hiks…

    Like

  3. Walah ,,ku tb bb cuma 173/50 ,,,bingung nih ane tergolong kurus ,,,tgl 11 tes medis awal. Gigi juga bolong ,,btw ane ngambil pemeliharaan rel

    Like

  4. Besok wawancara,,, tapi ga kebayang apa yg bakal dihadapi nantinya,,, soalnya ini pengalaman pertama ikut test beginian,, kalo test mental mah tiap hari ckckk… Mohon doa ya friends

    Like

  5. Maaf mbak mau tanya itu maksud nilai minimal ujian nasinal 6.5..itu ujian nasional murni atau nilai sudah d gabung dengan nilai ujian sekolah ..trmksah

    Like

  6. Pengumuman kesehatan akhir lama banget yang ikut tes 1 bulan yang lalu tingkat slta udah 1 bulan 2 minggu menunggu hasilnya kira2 kapan pengumumanya keluar gadikasih kepastian jd setiap hari harus buka web -_-

    Like

  7. Mas aku udh smpe tes kesehatan akhir. Nah katanya disuruh nunggu telpon panggilan berikutnya, tapi sudah 8 hari blm di telpon. Memang biasanya pengumuman hasilnya keluar brp lama yah mas dari tes kesehatan akhir

    Like

  8. Maaf mau nanya dong, saya tgl 28feb 2017 kmrn kan coba ngelamar u/ posisi pkwt loket, saya udh sampai ke tahap ukur tb/bb abis itu di interview, nah pas intrvw katanya suruh nunggu 1-2 minggu, tp udh seminggu lbh gak ada kabar. Kirakira masih ada harapan enggak ya? Makasih

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s